(Un)Hidden Paradise

Banyak orang bilang bahwa Bali memiliki pantai yang sangat indah. Benarkah begitu? Untuk membuktikan kebenarannya, saya mencari tahu dengan mendatanga langsung pulau Dewata, favoritnya turis mancanegara.

Pantai pertama yang saya kunjungi saat menginjakkan kaki di Bali adalah Kuta dan Seminyak yang letaknya berdekatan dengan hotel tempat saya menginap. Namun, sayangnya pantai ini terlalu ramai dan tidak sesuai dengan ekspetasi saya. Dissapointed? Of course. Pantainya enggak jauh kaya pantai Pangandaran cuy. Banyak orangnya, banyak yang jualan, pasirnya coklat dan B aja gitu hehe. Tapi masih enak sih buat jalan-jalan sore di pinggiran pantainya sambil nungguin matahari terbenam.

Mengobati kekecewaan saya, akhirnya saya dan teman-teman berpetualang untuk meng-explore ­daerah Kuta Selatan. Tempatnya cukup jauh untuk pertama kali perjalanan ke sana. Namun, nggak jauh-jauh amat sih, mengingat perjalanan ke sana tidak banyak menemui kemacetan. Ya, mentok macet juga di bunderan menuju bandara hehe.

Setelah menerjang panasnya matahari dan polusi lalu lintas saya dan teman-teman saya sampai juga di pantai pertama kami, Pandawa. Pantai yang dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi ini masih bagus banget pantainya, airnya biru, pantainya putih, dan terbilang cukup sepi pengunjung. Baguslah, saya jadi bisa lebih khusyuk menikmati indahnya Pandawa.

Maju sedikit ke arah barat, saya menemukan another magnificent of Bali, yaitu Melasti. Pantai ini tidak jauh berbeda dengan Pandawa, masih dengan tebing-tebing tinggi yang menutupi view pantai ini. Airnya masih berwarna biru bening, yaiyalah masa merah, darah dong hehehe. Pasir pantainya masih putih dan tidak terlalu banyak bule berjemur di pantai ini. Saat saya memasuki pantai ini, kebetulan masih free, jadi tempatnya memang masih dalam tahap pembangunan gitu sih. Mudah-mudahan harga tiket masuknya nanti nggak mahal-mahal amat ya pemirsah hehe…

Oke, lanjut ke pantai lainnya. Saya dan teman-teman mencoba mengunjungi pantai yang berbeda lokasinya dengan pantai sebelumnya. Kali ini saya mengunjungi pantai Suluban Uluwatu, atau yang biasa disebut Blue Point. Pantai ini terlihat indah dari tempat kami berdiri, tapi untuk merasakan dinginnya air pantai ini cukup berliku-liku karena kita harus menuruni tangga agar bisa membasahi kaki kita. Saya tidak merekomendasikan pantai ini sih sebenarnya karena kebanyakan pengunjung pantai ini adalah turis mancanegara yang mau surfing. Kecuali kalau kamu datang ke sini untuk ngopi-ngopi cantik di Single Fin sambil melihatnya indahnya matahari terbenam. Such as best spot to see sunset!

Sebelum saya datang ke Bali, ada teman saya yang bilang “Kamu harus ke pantai Padang-padang yah!”. Baiklah, pantai ini masuk ke dalam list saya juga hari itu. Akses untuk menuju pantai ini tak jauh berbeda dengan Suluban Uluwatu, yaitu harus menuruni beberapa anak tangga untuk dapat melihat tingginya ombak di pantai ini. Oke, pantai ini rame banget sama bule yang berjemur. Laki-laki pasti demen sih di tempat ini, pasti. Saya sendiri seneng aja liat beberapa bule (sepertinya) Australia telanjang dada depan mata, lumayan cuci mata selagi single *maap promosi*.

Jalan lagi menuju ke arah utara, kami menemukan pantai yang menurut kami ini must visit. Dreamland Beach. Sumpah nggak boong, saya suka banget sama pantai ini. Walaupun sempat drama nyasar dulu ke tempat ini, tapi suka banget sama pantainya. Ombaknya tinggi banget, pasirnya putih, rame sih tapi ya nggak terlalu rame juga, lucunya lagi ada bukit padang rumput gitu yang bisa buat kita nyalse sambil liat sunset. Ah, cinta deh sama pantai satu ini.

Beberapa hari yang lalu, sebelum saya pergi ke Bali beberapa foto sempat muncul di halaman explore Instagram saya yang bikin pensaran banget. Sampe minta banget ke temen-temen, kita harus datang ke pantai Balangan. Dan ternyata, emang bagus banget pantainya. Lucu aja gitu, kita bisa lihat keseluruhan pantai ini dari atas tebing, Masya Allah indah coy liat sunset di sini. Jadi ya, kalo kita liat ke bawah kita bakal liat yang lagi surfing, sedangkan di sekeliling kita lagi foto prewed. Asli, banyak banget couple yang antri di sini. Spot-nya emang cuco’ sih buat foto.

Gimana? Jadi pengen ke Bali (lagi) kan?

Sama. Hehe.

Saya masih ingin bercerita tentang keindahan Tanah Lot, tapi let’s save Tanah Lot later ya.

Thank you for reading my post J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s